Panduan Budidaya Ayam Petelur Bagi Pemula

Panduan Budidaya Ayam Petelur Bagi Pemula

Diposting pada

Bagi anda yang ingin membuka peluang usaha, maka budidaya ayam petelur dapat menjadi salah satu pilihan dalam berbisnis. Saat ini, ternak ayam petelur menjadi salah satu komoditas peternakan yang diminati oleh masyarakat. Permintaan akan telur ayam tidak pernah surut. Bahkan suplai telur di pasar hingga saat ini masih belum tercukupi karena hampir setiap harinya telur ayam dikonsumsi oleh semua kalangan.

Selain itu, beternak ayam petelur juga merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Cara beternak ayam petelur cukup mudah dilakukan dan tidak membutuhkan modal ataupun keahlian khusus. Asalkan teknik yang digunakan dapat anda lakukan secara maksimal dan tekun, maka hasil yang anda dapatkan dijamin tidak akan mengecewakan. Nah, berikut beberapa hal yang perlu anda ketahui dan perhatikan dalam memulai ternak ayam petelur.

Baca Juga  5 Cara Budidaya Burung Nuri Bayan Untuk Pemula

Jenis dan Bibit Ayam Petelur

Hal pertama yang perlu anda perhatikan dalam beternak ayam petelur adalah pemilihan bibit ayam petelur yang unggul dan berkualitas. Secara umum, ada 2 jenis ayam petelur, yaitu:

1.      Ayam petelur putih

Sesuai dengan namanya, ayam jenis ini memiliki bulu berwarna putih dan telur yang dihasilkan pun berwarna putih. Sering disebut sebagian ayam ringan karena berat tubuhnya yang cenderung ringan, yaitu sekitar 1,7 kg. Ayam jenis ini sensitif terhadap panas dan suara.

Ayam Petelur Cokelat

2.      Ayam petelur cokelat

Ayam petelur cokelat memiliki ciri bulu berwarna cokelat. Telur yang dihasilkan pun berwarna cokelat dan ukurannya lebih besar dibandingkan dengan ayam petelur putih sehingga harga telurnya pun cenderung lebih mahal. Jenis ayam ini memiliki berat dan ukuran tubuh yang lebih besar dari ayam petelur putih, yaitu sekitar 2,1 kg, sehingga dapat juga dijadikan sebagai ayam pedaging.

Pemilihan bibit ayam petelur yang tidak berkualitas dapat mempengaruhi produksi telur yang cenderung berukuran kecil dan telur yang dihasilkan pun lebih sedikit. Hal ini tentunya akan menyebabkan kepuasan konsumen menurun. Anda dapat memilih bibit ayam petelur dari indukan maupun dari anakan (Day Old Chicken). Namun biasanya, kebanyakan peternak memilih bibit ayam petelur dari anakan. Ciri bibit ayam petelur anakan yang berkualitas diantaranya:

  • Berat badan: Berat badan normal DOC yang berkualitas tidak boleh kurang dari 35 gram.
  • Bentuk tubuh: Bibit ayam petelur haruslah memiliki tubuh yang kokoh dan dapat berdiri dengan tegap. Pada bagian sayap dan paha harus simetris. Bibit ayam berkualitas biasanya memiliki bulu yang lebat dan mengkilap. Hal ini merupakan salah satu upaya pertahanan diri dari virus maupun penyakit. Perhatikanlah juga mata bibit ayam. Ayam dengan mata buram dan mengeluarkan air mata secara terus menerus menunjukkan terkena infeksi. Oleh karena itu, pilihlah bibit ayam yang memiliki mata cerah dan jernih.
  • Lincah dan Gesit: Bibit yang unggul memiliki ciri lincah, mampu berlari dengan kencang. Berbeda dengan bibit ayam penyakitan yang murung dan cenderung berdiam di satu tempat saja.
  • Suara nyaring: Apabila bibit ayam memiliki suara yang nyaring maka tandanya bibit tersebut bagus, sementara yang tidak memiliki suara nyaring dapat digolongkan sebagai bibit yang cacat. Hal ini dapat berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas telur yang dihasilkan.

Persiapkan Lahan dan Kandang

Pastikan anda memiliki lahan yang tepat dan strategis dalam beternak. Beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam menentukan lahan ideal ternak ayam petelur adalah pilihlah tempat yang jauh dari pemukiman warga. Hal ini dikarenakan bau tidak sedap dari kandang ayam dapat mengganggu warga sekitar. Kandang yang jauh dari pemukiman juga bertujuan untuk menghindari risiko penyebaran penyakit yang disebabkan dari unggas.

Kandang Baterai ayam petelur

Selain itu, pilihlah tempat yang jauh dari keramaian namun tetap mudah untuk dijangkau. Tempat yang bising dapat menyebabkan ayam mudah stress. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada kualitas telur yang dihasilkan. Lokasi yang mudah dijangkau dalam hal ini akan memudahkan anda dalam mengecek keadaan ternak.

Terkait kandang, secara umum terdapat dua tipe kandang ayam yang dapat anda gunakan, yaitu:

1.      Kandang Umparan atau Koloni

Tipe kandang ini merupakan suatu kandang besar yang menampung semua ayam anda. Walaupun tipe kandang ini lebih sederhana dan simple, namun anda akan kesulitan dalam mengumpulkan telur hasil panen karena telur tersebar ke berbagai sudut kandang. Tipe ini memang biasa digunakan untuk ternak ayam pedaging.

2.      Kandang Baterai

Bentuk dari tipe kandang baterai adalah berjejer, satu kandang hanya ditempati oleh satu ekor ayam dan memiliki ukuran yang kecil. Tipe kandang ini sangat cocok untuk ternak ayam petelur karena akan memudahkan anda dalam mengambil telur.

Besarnya kandang yang dibuat tergantung pada banyaknya ayam yang akan anda ternak. Hal terpenting dalam hal ini adalah pastikan sinar cahaya matahari bisa masuk ke dalam kandang dan sirkulasi udara dapat terjaga.

Pakan Ayam

Pakan Ayam

Hal penting lainnya yang perlu anda perhatikan dalam cara memelihara ayam petelur adalah pakan. Pemberian pakan yang berkualitas dapat membuat telur yang dihasilkan pun berkualitas. Ayam petelur membutuhkan pakan yang mengandung protein, karbohidrat, kalsium, vitamin, dan mineral yang cukup. Dedak, konsentrat, dan jagung yang sudah digiling sering dijadikan sebagai pakan ayam petelur.

Pakan haruslah diberikan secara teratur, tidak boleh kurang ataupun berlebih. Biasanya pakan diberikan dua kali sehari, yakni pada pagi hari dan sore hari. Pemberian pakan pada bibit ayam biasanya berupa air minum yang dicampur dengan gula dan obat anti stress. Hal ini bertujuan agar ayam tenang dan mudah beradaptasi.

Perawatan dan Kebersihan Ternak

Menjaga kebersihan kandang dan lahan perlu untuk dilakukan dalam menjaga kesehatan ayam petelur. Jangan membiarkan kotoran ayam sampai menumpuk. Bersihkanlah kandang secara regular dan teratur. Kandang yang kotor dapat mengundang virus dan penyakit.

Selain rajin membersihkan lingkungan dan kandang ternak, anda juga perlu memberikan vaksin. Pemberian vaksin dan vitamin secara rutin dapat menjaga kekebalan tubuh ayam petelur sehingga tidak mudah terserang penyakit dan virus. Pemberian vaksin ini dapat anda lakukan dengan mencampurnya pada makanan ayam. Banyak toko-toko pakan hewan yang menjual vaksin dan vitamin untuk unggas.

Nah, apabila ayam anda terkena virus atau penyakit, hal pertama yang harus anda lakukan adalah memisahkan ayam yang sakit dari ayam lainnya agar penyakit tidak menular atau menyebar. Setelah itu, lakukanlah perawatan intensif terhadap ayam yang sakit dengan memberikan vitamin dan nutrisi yang cukup hingga ayam tersebut kembali sehat seperti sedia kala.

Masa Panen Telur

Pada masa panen telur, anda bisa memanennya 3 kali dalam sehari. Anda perlu memisahkan telur hasil panen, karena tidak semua telur tersebut memiliki kualitas yang baik. Telur yang normal memiliki bentuk oval sedangkan yang tidak normal berbentuk lonjong bahkan gepeng. Tidak jarang juga telur yang abnormal memiliki kulit tebal. Jangan lupa juga untuk melakukan tes merendamnya ke dalam air untuk mengetahui kualitas telur. Apabila telur mengambang, maka telur tersebut busuk. Sedangkan apabila telur tenggelam, maka tandanya kualitas telur baik. informasi mengenai cara budidaya dan tips lainya bisa di cek di caramemelihara.com

Baca Juga  Cara Budidaya Burung Falk Untuk Pemula

Nilai Kualitas Konten