Budidaya Ikan Lele Di Kolam Terpal

Budidaya Ikan Lele di kolam Terpal

Diposting pada

Di zaman seperti sekarang, Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal menjadi salah satu hal yang begitu popular di masyarakat. Akan tetapi, semakin meningkatnya permintaan Ikan Lele, menarik produksi pembudidaya Ikan Lele secara paksa semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan cara yang benar, efektif dan efisien demi terciptanya Ikan Lele yang berkulitas. Tak dapat dipungkiri bahwa Ikan Lele pula merupakan hidangan yang di senangi masyarakat, selain dari daginggnya yang enak. Ikan Lele juga mengandung vitamin yang baik bagi tubuh. Tak perlu waktu lama, berikut cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal :

1.Persiapan Lokasi Kolam Terpal

Pertama, yang harus kita lakukan adalah land clearing atau membersihkan tanah dari rumput, tunggul atau pepohonan yang mengganggu. Sebaiknya tanah agak digali beberapa cm agar kolam tetap sejuk saat terik matahari sedang pas-panasnya. Lokasi kolam tidak berada di bawah pohon yang memiliki daun lebat, karena daun yang sudah tua bisa memenuhi kolam kita nantinya.

2. Pembuatan Kolam Terpal

Setelah lahan dirasa cukup, langkah selanjutnya adalah menentukan berapa jumlah kolam yang akan kita buat serta berapa lebar serta panjang kolam kita nantinya. Bagusnya, kolam ukuran 1m persegi diisi dengan ikan sebanyak 200-300 ekor. Ini tentu saja berhubungan dengan kualitas air nantinya. Oksigen yang dibutuhkan semakin banyak apabila ikan semakinbanyak pula.

Oleh karena itu, kita bisa mensiasatinya dengan beberapa tipe kolam terpal :

Baca Juga  Cara Budidaya Ikan Mas Sederhana

1.Kolam Terpal Konvensional

Kolam ini adalah kolam terpal segi empat pada umumnya. Tanpa diberi perlakukan khusus atau diotak-atik lagi, langsung digunakan untuk membuat kolam untuk ternak lele. Untuk pengendalian air biasnaya dengan mensipon, yaitu membuang bagian bawah air kolam dengan menggunakan pompa air yang mengandung kotoran lele. Kemudian menambahkan sebanyak air yang dibuang tadi

Agak sulit dalam manajemen air nantinya. Akan tetapi, sangat mudah sekali untuk membuatnya.

2. Center Drain

 

Jenis kolam ini sangat mudah sekali untuk mengontrol air. Untuk membuang air bagian bawah kolam kita tidak perlu repot-repot hanya mencabut pipa pembuangan dan air akan langsung terbuang dan kemudian kita menambahkan air sebanyak air yang kita buang tadi.

 

3. Persiapan Kolam

Setelah peralatan dan perlengkapan kolam terpal siap, kini saatnya merakit kolam. Usahakan agar rangka kuat dan kokoh agar saat diisi air kolam tidak jebol. Anda bisa menggunakan rangka bambu, tapi sebaiknya anda menggunakan tiang kayu yang kuat sebagai tumpuan rangka bambu.

4 buah tiang di ujung sisi kolamnya saja tidak cukup. Kita harus menambahkan pancang tiang 4 -5 buah pancang di setiap sisi kolam, agar kolam bisa kokoh dan tidak jebol. Apalagi kalau kolam luas.

Pastikan juga terpal anda bilas dengan air beesih agar zat-zat kimia yang dapat membahayakan ikan bersih.

4.Pemilihan Benih Unggulan

Pastikan bibit yang kita masukan adalah bibit yang indukannya memiliki sertifikat dari dinas terkait. Beternak lele sangkuriang mungkin bisa menjadi pilihan yang bagus karena merupakan hasil persilangan dari BBPBAT Sukabumi. Adapun ciri-ciri anakan unggulan yaitu :

·       Gesit, Agresif Dan cerah

·       Ukuran Terlihat Sama Rata

·       Warna Sedikit Lebih Terang

Baca Juga  5 Tahap Mudah Cara Budidaya Rambutan Binjai Untuk Pemula

·       Benih Terlihat aktif Melakukan oksigenasi

5. Persiapan Air Kolam

Setelah kolam selesai dibuat langkah selanjutnya sebaiknya anda menggarami air kolam agar air kolam ternetralisir dari zat-zat berbahaya. Berikan garam krosok sekitar 2 ons untuk permeter perseginya. Keesokann harinya sebaiknya pupuk kolam agar sebelum ikan lele masuk sudah tersedia makanan alami yang bisa dimakan oleh benih lele nantinya. Bisa secara alam atau dengan bantuan probiotik.

Secara alami, anda bisa memanfaatkan kompos sapi atau kambing. Masukan kompos ke dalam karung, biasanya jumlahnya setengah kilo untuk permeter perseginya. Kemudian lubangi dengan paku karung tersebut. Biarkan selama seminggu, setelah seminggu kolam akan berubah menjadi kehijauan dan ada banyak hewan kecil yang merupakan makanan alami lele sampai beberapa hari ke depan.

Pembuatanan Kolam Terpal

 

6. Tebar Benih Lele

Untuk kegiatan menebar benih lele sebaiknya dilakukan pada sore hari setelah pukul 05.00 agar benih tidak kepanasan. Usahakan agar benih lele beradaptasi terlebih dahulu, caranya adalah masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.

Saat tebar benih sebaiknya air hanya 40% dari ketinggian normal agar benih lele bisa menjangkau permukaan kolam untuk melakukan oksigenisasi.

7. Kualitas Air Kolam

Kualitas air yang baik sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan lele. Jika air mulai bau sebaiknya lakukan sifon, atau membuang air bagian bawah kemudian tambahkan air baru. Setiap penambahan air anda dapat menambahkan probiotik. Probiotik seperti EM4 berfungsi untuk menguraikan kotoran lele. Namun bila kotoran terlalu banyak tetap saja harus dibuang agar tidak meracuni lele. Karena kotoran mengandung amoniak yang dapat meracuni bahkan membuat lele mati

Baca Juga  Panduan Budidaya Pembesaran Ikan Nila Merah Hingga Panen

8. Pemberian Pakan

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara taratur, anda bisa memberikan pakan 2 -4 kali sehari. Memberi pakan lele jangan sampai terlalu kenyang karena dapat mengakibatkan kembung pada lele. Makanan lele bagusnya mengandung protein 35%, lemak 10-16%, karbohidrat 15-25%, vitamin dan mineral.

Pertumbuhan lele akan semakin cepat apabila banyak protein yang terkandung di dalam makanan. Biasanya pemberian pakan pada pukul 07:00 pagi, 17:00 dan 22:00. Atau bisa anda bisa memberian pakan pada pukul 01.00.

Alat pencernaan lele sebaiknya juga perlu diistirahatkan. Anda bisa mempuasakan lele sekali dalam seminggu.

9. Kegiatan Sortir

Sebaiknya dilakukan penyotiran lele dengan menggunakan bak sortir setelah 3 minggu. Penyortiran ini sangat penting agar tidak terjadi persaingan makan yang tidak seimbang. Karena lele yang bergerak cepat saat makan akan lebih cepat tumbuh.

 

Lele yang berukuran besar akan lebih cepat besar, dan yang kecil ukurannya bertambah sedikit saja. Sehingga snagat perlu dilakukan penyortian. Sortir lele 3 minggu sampai 1 bulan sekali.

10. Panen

Kegiatan panen biasanya sudah bisa dilakukan pada bulan ke 3 sampai ke 4. Semakin banyak makan maka lele akan cepat besar. Biasanya ukuran lele konsumsi 7 – 10 ekor perkilonya tergantung permintaan pasar. Sebelum dipanen, sebaiknya lele dipuasakan sehari. Agar pada saat pengangkutan lele tidak muntah, dan ini dapat membuat lele keracunan.

Nilai Kualitas Konten