Cara Budidaya Semangka Non Biji Untuk Pemula

Cara Budidaya Semangka Non Biji Untuk Pemula

Diposting pada

Cara Budidaya Semangka Non Biji Untuk Pemula – Semangka merupakan salah atu jenis buah yang sangat populer di dunia, termasuk di Indonesia yang mana jenis buah ini sangatlah sesuai untuk dikonsumsi pada saat cuaca sedang panas karena buah semangka memang memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga rasanya segar. Selain dikonsumsi secara langsung, buah semangka juga sering dijadikan sebagai bahan campuran untuk dijadikan sop buah, es, dan sebagainya. Ya, buah semangka memang menjadi buah favorit bagi banyak orang.

Buah semangka memiliki ciri khas bentuknya yang bulat dengan ukuran yang cukup besar, warna kulitnya hijau, serta daging buahnya yang berwarna merah terang. Pada umumnya buah semangka memiliki banyak biji berukuran kecil yang terselip di antara daging buahnya di mana biji tersebut biasanya cukup mengganggu Anda saat menikmati semangka. Namun kini telah tersedia varietas semangka non biji yang tentu saja segera mendapat respon positif dari masyarakat, pada kesempatan kali ini akan kami ulas cara budidaya semangka non biji untuk pemula.

Cara Budidaya Semangka Non Biji Untuk Pemula

1. Mempersiapkan Lahan

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum melakukan budidaya semangka non biji yakni mempersiapkan lahannya terlebih dahulu. Anda harus menggemburkan tanah dengan menggunakan cangkul dan membersihkan lahan dari gulma dan kerikil. Anda juga harus membuat bedengan setinggi kurang lebih 30 cm dan diberi parit pada bagian tengahnya untuk mencegah terjadinya genangan air.

Baca Juga  BUDIDAYA IKAN NILA DI KOLAM BETON

2. Mempersiapkan Benih Semangka Non Biji

Hal berikutnya yang juga harus dilakukan adalah mempersiapkan benih semangka non biji, Anda bisa membeli benih semangka non biji dari toko pertanian sehingga lebih praktis, namun pilihlah benih yang berkualitas karena akan mempengaruhi hasil panennya. Anda harus merendam benih semangka dalam air yang sudah dicampur dengan ZPT selama 8 jam, kemudian tiriskan menggunakan koran.

3. Proses Penanaman

Sebelum ditanam di lahan, Anda harus menyemai benih semangka non biji terlebih dahulu menggunakan polybag yang telah diisi tanah dan pupuk. Proses penyemaian akan membutuhkan proses sekitar sepuluh hari, barulah setelah itu bibit semangka siap ditanam di lahan yang telah disiapkan. Pilihlah bibit yang telah ditumbuhi paling tidak tiga helai daun, lakukan proses penanaman pada sore hari.

4. Proses Perawatan

Perawatan merupakan salah satu proses yang sangat penting karena akan mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman semangka. Proses perawatan semangka terdiri dari beberapa kegiatan yakni penyiraman yang dilakukan setiap tiga hari sekali, penyiangan gulma yang berada di sekitar tanaman, serta pemberian pupupk dengan tujuan agar tanaman semangka bisa cepat berbuah.

5. Masa Panen

Masa panen merupakan momen yang paling ditunggu oleh para petani semangka di mana Anda akan bisa menikmati hasil jerih payah selama ini. Pada umumnya tanaman semangka non biji telah masuk masa panen setelah usianya 60 hingga 70 hari setelah masa tanam, cara pemanenannya juga tidaklah sulit di mana Anda bisa menggunakan gunting tanaman secara hati-hati.

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan usaha budidaya semangka non biji, maka Anda bisa mengikuti panduan dari cara memelihara yang telah disebutkan di atas.

Baca Juga  Cara Budidaya Burung Falk Untuk Pemula

Nilai Kualitas Konten